Kabut Asap Ganggu 6 Penerbangan di Bandara Supadio Kalbar
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
Foto ilustrasi sepak bola dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANDARLAMPUNG—Persija Jakarta menghadapi tekanan besar saat bertandang ke Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim di Bandarlampung, karena Bhayangkara Presisi Lampung FC datang dengan ambisi kuat memperpanjang tren kemenangan sekaligus menghambat laju tim papan atas tersebut.
Pertandingan ini menjadi krusial bagi kedua tim. Di satu sisi, Bhayangkara ingin menjaga peluang dalam perebutan gelar, sementara Persija berupaya mempertahankan posisinya dalam persaingan ketat di papan atas Indonesia Super League 2025/2026.
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, menegaskan timnya menargetkan hasil maksimal saat menghadapi Persija Jakarta. Ia menyebut laga kandang ini sebagai momentum penting untuk mengganggu langkah salah satu rival terkuat musim ini.
Menurutnya, Bhayangkara tidak hanya ingin meraih poin, tetapi juga bertekad menghentikan tren positif Persija yang tengah bersaing di jalur juara. Target kemenangan pun dipasang tinggi.
“Kami juga bertekad menghambat laju Persija yang tengah bersaing di papan atas klasemen Indonesia Super League,” ujar Paul Munster di Bandarlampung, Sabtu.
Ia menambahkan, timnya mengincar kemenangan keenam secara beruntun dalam laga tersebut. Hasil itu dinilai penting untuk menjaga konsistensi performa sekaligus memperkuat posisi di klasemen.
Dari sisi kesiapan, skuad Bhayangkara disebut dalam kondisi optimal. Meski ada beberapa pemain yang absen, tim pelatih telah menyiapkan komposisi terbaik untuk menjaga daya saing di lapangan.
“Ada beberapa pemain kami yang absen. Tapi kami juga akan siapkan pemain terbaik yang ada untuk melawan Persija,” katanya.
Selain faktor teknis, Bhayangkara juga mengandalkan dukungan penuh dari suporter di kandang. Atmosfer stadion di Way Halim diharapkan mampu memberi energi tambahan bagi para pemain.
“Kami berharap suporter Lampung bisa menjadi pemain ke-12 bagi kami saat melawan Persija,” ujar Paul Munster.
Persaingan Papan Atas Makin Ketat
Saat ini, Bhayangkara Presisi Lampung FC berada di peringkat keenam klasemen sementara Indonesia Super League 2025/2026 dengan 41 poin dari 25 pertandingan.
Sementara itu, Persija Jakarta menempati posisi kedua dengan 54 poin dari jumlah pertandingan yang sama. Mereka hanya terpaut empat poin dari Persib Bandung yang memimpin klasemen dengan 58 poin.
Situasi ini membuat laga di Bandarlampung menjadi salah satu pertandingan penting yang dapat memengaruhi peta persaingan menuju gelar, sekaligus menjaga tekanan terhadap pemuncak klasemen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kabut asap karhutla menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter dan mengganggu enam penerbangan di Bandara Supadio Kalbar.
PBB menyebut wabah Ebola di RD Kongo menyebar cepat. Kasus mencapai 5.208 dengan 2.476 kematian, sementara kebutuhan dana terus meningkat.
Kejagung melimpahkan Yeka Hendra dan barang bukti ke JPU Kejari Jakarta Pusat untuk segera disidangkan terkait perkara korupsi ekspor CPO.
Kimi Antonelli menjadi yang tercepat di FP1 GP Belanda di Zandvoort. Simak hasil lengkap 10 besar dan kabar terbaru Max Verstappen.
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Kemenpar merilis statistik pariwisata 2025 di 10 DPP dan 3 DPR. Simak daftar destinasi serta indikator yang menjadi perhatian pemerintah.